Nov 6, 2013

You Are So Precious

English Version

Referensi:
- Pdt. Stefanus Theophilus (GKA Agape), 26th October 2013
 

Berapa banyak dari kita yang pernah mendengar Zakheus ? Sebagai pendahuluan, mungkin kalian bisa membaca dalam Lukas 19:1-10. Setelah membaca cerita tersebut, ataupun setelah mengingat cerita Sekolah Minggu...ada beberapa pertanyaan:

1) Siapakah yang bertubuh pendek ? Zakheus atau Yesus ?
2) Apa kesan anda terhadap Zakheus ? Orang jahat atau orang baik ?

Mari kita diskusikan...
Lukas 19:3 mengatakan "Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek". Seandainya kita bisa melupakan aturan penulisan "Nya" dengan huruf N besar untuk mengidentifikasikan Tuhan Yesus, bukankah kalimat itu juga bisa mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang bertubuh pendek ? Dan coba bayangkan seandainya benar Tuhan Yesus yang pendek, bukankah logis kalau Zakheus tidak dapat melihatnya ? Mari kita percaya pada pola penulisan Alkitab, bahwa ditulis dengan "nya" (n kecil) sehingga itu menggambarkan bahwa Zakheus lah yang pendek. Selain itu, tidak pernah juga dalam Alkitab tertulis, bahwa selama Yesus berada dalam kerumunan orang, banyak orang yang kesulitan melihat Dia (karena Dia pendek).

Bagaimana dengan pertanyaan kedua ?
Zakheus, si kepala pemungut cukai. Orang jahat ataukah orang baik ?
Mendengar pekerjaan nya saja sudah seringkali membuat kita berpikir bahwa Zakheus adalah orang yang jahat. Ijinkan saya untuk mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan hal tersebut.

Sekedar informasi, pada jaman itu, pekerjaan kepala pemungut cukai merupakan pekerjaan yang dapat dibeli (alias membutuhkan uang sebagai persyaratan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut)
Dan melihat ayat kedua "Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya"  Dengan jelas kita dapat membaca bahwa pekerjaannya kepala pemungut cukai dan ia seorang yang kaya, BUKAN pekerjaannya kepala pemungut cukai sehingga ia seorang ya kaya.
Tidak ada hubungan antara kekayaan Zakheus dengan pekerjaannya.

OK, tahan disitu komentar anda dan mari kita lanjutkan lebih jauh. Mari kita lihat ayat ke-8b "dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat"
Perhatikan kata-kata DAN SEKIRANYA ADA...kalau kita tidak mau terlalu naif, mari kita katakan bahwa Zakheus sangat jarang memeras orang (sehingga ada kemungkinan besar dia lupa...sehingga dia mengatakan "dan sekiranya ada")

Dan mari kita berhitung berdasarkan ayat ke-8 secara utuh.
Separuh dari kekayaan Zakheus akan diberikan kepada orang miskin.
Dan dari sisanya (separuh), kalau dia pernah memeras orang, akan dikembalikan empat kali lipat.

Walupun tanpa bukti yang jelas, mari kita coba berpikir secara logis. Seandainya Zakheus senang memeras, apakah mungkin dia membuka "tantangan" seperti itu ? Yang ada malahan minus lah kekayaannya. Setuju ??

So...kalau seandainya Zakheus tidak seburuk penilaian orang secara umum (sebagai orang berdosa karena menjadi pemungut cukai, yang suka memeras orang), lalu apa yang bisa kita dapatkan dari ayat ke-10 ("Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang") ? Zakheus bukan orang yang terhilang kan kalau begini ?

Bertubuh pendek, bisa diartikan dalam 2 kondisi. Pertama pendek atau kecil yang sesuai proporsi (atau normal), misal anak kecil. Atau yang kedua kerdil (atau tidak normal). Melihat usia Zakheus yang sudah layak kerja, dan sampai ditulis dalam Alkitab, saya lebih setuju bahwa Zakheus adalah kerdil. Sebagai orang kerdil, Zakheus sudah pasti tidak dianggap sebagai orang normal oleh orang lain. Orang akan merasa aneh atau bahkan jijik pada dirinya. Jika orang tidak melihatnya sebagai demikian, mengapa orang-orang tersebut tidak mengijinkan Zakheus untuk lewat ataupun berada di depan mereka untuk melihat Yesus ? Toh dengan tubuhnya yang kerdil, dia tidak akan mengganggu pandangan orang lain.

Tidak dianggap sebagai manusia...cukup masuk akal kan kalau Zakheus sampai "membeli" pekerjaan sebagai kepala pemungut cukai ? Toh dia mampu dengan kekayaannya untuk memenuhi biaya yang harus dibayar. Bahkan dengan posisi sebagai kepala pemungut cukai, dia bisa menjaga dirinya dengan menggunakan posisinya. Ada orang yang macam-macam, langsung diperas saja. Bahkan Zakheus juga merasa minder. Dalam kebudayaan orang Yahudi pada saat itu, etika kesopanan mereka adalah memberi tumpangan kepada orang asing (sama seperti orang di negara timur yang menawarkan makanan kepada orang asing). Zakheus bahkan tidak berani untuk menawarkan hal tersebut pada Tuhan Yesus...malahan Yesus lah yang menawarkan dirinya untuk menginap dirumah Zakheus.

Kehilangan harga diri...itulah yang menjadikan Zakheus sebagai orang yang terhilang. Dan Yesus datang untuk mencari mereka yang terhilang...bukan hanya yang berdosa, tetapi yang kehilangan harga diri.

Sebuah lagu untuk mengingatkan kita, betapa berharganya kita bagi Allah, bagaimanapun diri kita:

Hidupmu berharga bagi Allah
-----------------------------
Hidupmu berharga bagi Allah
Tiada yang tak berkenan dihadapanNya
Dia ciptakan kau s'trut gambarNya
Sungguh terlalu indah kau bagi Dia

Dia berikan kasihNya bagi kita
Dia t'lah relakan segala-galanya
Dia disalib 'tuk tebus dosa kita
Karena hidupmu sangatlah berharga

Reff:
Buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya
Dia 'kan jadikan indah sungguh lebih berharga
Sumbu yang t'lah pudar takkan dipadamkanNya
Dia 'kan jadikan terang untuk kemuliaanNya


Dari sini kita bisa belajar:
1) Terkadang kita salah menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja.
2) Bagaimanapun kondisi kita, ingatlah bahwa Yesus selalu menerima kita...karena kita sangat berharga bagiNya


Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Reference:
- Rev. Stefanus Theophilus (GKA Agape), 26th October 2013
 

How many of us have ever heard of Zacchaeus ? To refresh our mind, we can start reading Luke 19:1-10
After reading the story, or after remember our Sunday school story ... there are a few questions :

1 ) Who is stated as short man ? Zacchaeus or Jesus ?
2 ) What is your impression of the Zacchaeus ? Bad guy or a good guy ?

Let us discuss.
Luke 19:3 says "He wanted to see who Jesus was, but because he was short he could not see over the crowd" In Indonesian version of Bible, there is a "rule" that if we want to mention the subject as Jesus, it has to be written with Camel Case (e.g. his become His). But in English version of Bible, there is no such rule, thus...the sentence could mistakenly says the short person is Jesus. And just imagine if Jesus really short, isn't it logical that Zacchaeus could not see Him ? For this, let just use Indonesian version of Bible and believe with its writing pattern, that are written by "his" (small h) so that it illustrates that Zacchaeus was short. In addition, also in the Bible never says, whenever He is in a crowd of people, some or many people were having trouble seeing Him (because He's short).

What about the second question ?
Zacchaeus, the chief tax collector. Bad guy or a good guy ?
Heard his own course work often makes us think that Zacchaeus was a bad person. Personally, I don't agree with that.

For your information, at that time, the chief tax collector job was a job that can be purchased (aka need money as a requirement to get the job)
And look at the second paragraph "there was a man named Zacchaeus, the chief tax collector and was rich "Clearly we can read that he is a chief tax collector and he was rich, NOT because his job as a chief tax collector job that make him so rich.
There was no relationship between Zacchaeus' wealth with his work.

OK, hold your comments and let us proceed further. Let 's look at verse 8b "and if I have cheated anybody out of anything, I will pay back four times the amount.”
Notice the words IF I HAVE ... if we do not want to be too naive, let's say that Zaccheus rarely pressed the people (or perhaps he forgot, that was why he said "if I have cheated")

And let's do some computation based on the 8th verse.
Half of Zacchaeus wealth will be given to the poor.
And of the remaining (half), if he had squeezed people, will be returned fourfold.

Even though there is no clear evidence, let's try to think logically. Had Zacchaeus pleased to squeeze the people, is it possible he opened  the "challenge", that will make his fortune decrease. Agree ??

So ... if Zacchaeus was not as bad as the general assessment (as a sinner for being a tax collector, who likes to squeeze people), then what can we get from verse 10 ("For the Son of Man came to seek and to save that which missing") ? In conclusion, Zaccheus is the lost person right ?

Short stature, can be interpreted in two conditions. The first is short or small in proportion (or normal), e.g. small children. Or the second one is dwarf (or abnormal). Considering the age of Zacchaeus who had a decent job, and got written in the Bible, I would agree that Zacchaeus was a dwarf. As a dwarf, Zacchaeus was certainly not regarded as normal by others. People would feel strange or even disgusted at him. If people did not see it as such, why people were not allowing  Zacchaeus to see Jesus ? After all, his body is stunted, he will not interfere with other people's views.

Not regarded as human beings ... isn't it quite reasonable that Zacchaeus "buy" a job as chief tax collector ? After all, he was able to pay it with his wealth. Even with a position as a chief tax collector, he could protect himself by using his position. If someone wanted to bully or do something to him, he could simply directly squeezed the person. Furthermore, Zacchaeus also felt inferior. In the Jewish culture at the time, there was a common courtesy to show hospitality to strangers (the same as that in the eastern states to offer food to strangers). Zacchaeus did not even dare to offer it to the Lord Jesus ... in fact Jesus was the one who offered himself to stay at Zaccheus' home.

Loss of self-esteem ... that's what makes Zacchaeus as a lost person. And Jesus came to seek the lost ... not only sinful, but the loss of self-esteem.

There's a song composed in Indonesian (sorry, no English translation for this...I will just try my best to translate the lyrics for you) to remind us, how precious we are for God, however we are:

Hidupmu Berharga Bagi Allah (Your Life Is Precious For God)
----------------------------------------------------------------
Hidupmu berharga bagi Allah (Your life is precious for God)
Tiada yang tak berkenan dihadapanNya (There is nothing that indecent for Him)
Dia ciptakan kau s'trut gambarNya (He created you in His image)
Sungguh terlalu indah kau bagi Dia (You are really too wonderful for Him)

Dia berikan kasihNya bagi kita (He has given His love for us)
Dia t'lah relakan segala-galanya (He has sacrificed everything)
Dia disalib 'tuk tebus dosa kita (Has was crucified for our sins)
Karena hidupmu sangatlah berharga (It's all because your life is so precious)

Chorus:
Buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya (Bamboo that already weak will never be fractured)
Dia 'kan jadikan indah sungguh lebih berharga (He will make it beautiful, really more valuable)
Sumbu yang t'lah pudar takkan dipadamkanNya (Burner that already dim will never be turned off)
Dia 'kan jadikan terang untuk kemuliaanNya (He will make it as a light for His glory)

By this we can learn that:
1) Sometimes we can wrongly judge someone based on his/her appearance.
2) However we are, always remember that Jesus always welcome us...because we are so precious for Him


God Bless You

Aug 30, 2012

Adapt no more

English Version

Referensi:
- Pdt. William Liem (GKA Agape), 26th August 2012
 

Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk bisa beradaptasi terhadap suatu kondisi yang baru bagi dirinya.
Mungkin pada awalnya kita tidak akan bisa menahannya. Namun bila terus-menerus mengalaminya, maka pada umumnya kita akan bisa beradaptasi dan menganggap hal itu biasa (well, ada juga kasus-kasus khusus yang tetap saja tidak bisa membuat kondisi itu menjadi "biasa")

Sebagai contoh : Suhu lingkungan yang terlalu dingin/panas, makanan yang terlalu pedas/masam, dll

Begitu pula terhadap dosa, tidak jarang manusia beradaptasi terhadap dosa dan menganggapnya sebagai hal yang biasa.

Dosa, dalam bahasa aslinya ditulis menggunakan kata Hamartia, yang dalam bahasa latin berarti "Tidak tepat sasaran" Maka, dosa bisa pula diartikan sebagai "Tidak sesuai kehendak Allah"

Menurut pendapat saya pribadi (berdasarkan pengertian maupun pengalaman), sifat alami dosa adalah melekat dan kemudian merusak secara terus-menerus.

Melekat
Bila seseorang telah melakukan sebuah dosa, akan sangat susah bagi orang itu untuk dapat melepaskan dirinya untuk tidak melakukan dosa itu lagi.
Saya katakan sangat susah, bukannya mustahil
Namun kalau kita mau jujur, seberapa banyak dari kita yang benar-benar dapat melepaskan diri dari dosa yang pernah kita perbuat ?

Merusak secara terus-menerus
Dosa bukan hanya melekat dan merusak sekali saja. Namun ia akan terus-menerus merusak diri kita.
Kata kerja merusak secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan yang ada akan menjadi lebih parah.

Michael, seorang bocah SD berusia 6 tahun. Ia ingin membeli sejumlah kelereng agar dia dapat bermain bersama dengan teman-temannya. Sayangnya, kedua orang tua Michael tidak mengijinkan hal tersebut. Merasa marah, Michael kemudian mencuri uang ibunya untuk membeli kelereng di toko mainan dekat sekolahnya. Well, tentu saja uang yang dicuri tidaklah dalam jumlah yang besar (Come on...berapa sih harga kelereng ?)

Sekarang coba bayangkan bila ketika dia beranjak SMP, lalu tren bermain kelereng telah berubah menjadi permainan game elektronik (Sori kalau menyebutkan merk...semisal PSP, Nintendo DS Lite, dsb) Bila kedua orang tuanya sekali lagi tidak mau membelikannya, apakah suatu hal yang aneh bila Michael kembali mencuri untuk dapat membeli ? Bahkan saya rasa bukan hal yang mengejutkan bila Michael langsung mencuri (dengan cara apapun) tanpa meminta terlebih dulu kepada orang tuanya.

Dan jelas kita tidaklah heran bila pada akhirnya nanti kita mendengar sebuah berita bahwa Michael telah mencuri/menipu uang perusahaan tempat dia bekerja.

Dengan ilustrasi sederhana diatas, kita dapat dengan jelas mengerti bagaimana sifat dosa.

Lalu, bagaimana kita dapat melawan dosa ?
1) Menjaga, memelihara, dan menumbuhkan kehidupan kerohanian kita melalui Firman Tuhan
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih ? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu" (Mazmur 119:9)

2) Jauhkan diri dari dosa, jangan menantang atau merasa kuat
"Jauhkan dirimu dari segala sesuatu yang menyebabkan engkau berpikiran jahat...dan tetaplah dekat pada segala sesuatu yang membuat engkau ingin berbuat benar" (2 Timotius 2:22)
***Seperti Yusuf yang meninggalkan istri Potifar (Kejadian 39:12)


Apakah kita dapat menang melawan dosa ?
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" (I Korintus 10:13)

Kenapa melalui Allah ? Karena Allah tidak pernah berdosa.
Orang buta tidak dapat menuntun orang yang buta bukan ?

"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa" (1 Yohanes 3:5)

Well, masalahnya sekarang bukan bisa atau tidak diri kita untuk menjauhkan diri dari dosa....karena sudah jelas tertulis bahwa kita bisa. Namun...maukah kita ?


Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Reference:
- Rev. William Liem (GKA Agape Surabaya), August 26th, 2012

It is human’s traits to be able adapting a new condition. Maybe at first we cannot help it, however, if the condition continue, then in general we will be able to adapt and consider it normal (well, there are also special cases that make that new condition cannot be considered as “normal”).

For example: The temperature which is too cold / hot, the food that is too spicy / sour, etc.

Similarly to sin, it is not uncommon for humans adapt to sin and take it as a matter of course.

Sin, in the original language is written using the word hamartia, which in Latin means "to miss the mark"
Thus, sin can also be interpreted as "doesn’t accord to the God’s will"

According to my personal opinion (based on understanding and experience), the nature of sin is inherent and then destroy continuously.

Stick
When a person has committed a sin, it would be very difficult for that person to not sin again.
I said it’s very difficult, but not impossible
If we're honest, how many of us can truly escape from the sin we've done?

Continuous destruction
Sin is not only inherent and damaging once, but also it would constantly destroy us.
The verb of destroy that is continuing will results on more severe damage.

Michael is a 6-year-old elementary school boy. He wants to buy some marbles so he can play with his friends. Unfortunately, Michael's parents do not allow it. Feeling angry, Michael then stole his mom’s money to buy marbles in a toy shop near the school. Well, of course the money is not stolen in large numbers (Come on ... how much is the price of marbles?)

Just imagine if then he move to junior high and the trend of playing marbles transforms into an electronic game (sorry if mentioned brands) such as PSP, Nintendo DS Lite, etc. If both parents do not allow him to buy again, is it sounds strange when Michael decides stealing to buy? In fact I guess it’s not surprising when Michael directly steal (by any means) without first asking his parents.

And obviously we are not surprised if in the end we hear the news that Michael steals/ frauds the company where he works.

With a simple illustration above, we can clearly understand how the nature of sin.

Then, how can we fight against sin?
1) To watch, maintain, and nurture our spiritual lives through God's Word
"How can a young person stay on the path of purity? By living according to Your word" (Psalm 119:9)

2) Stay away from sin temptation, do not try to challenge or feel strong
"Flee the evil desires of youth and pursue righteousness, faith, love and peace, along with those who call on the Lord out of a pure heart" (2 Timothy 2:22)
*** Like Joseph who left Potiphar's wife (Genesis 39:12)

Is it possible we can win against sin?
"No temptation has overtaken you except what is common to mankind. And God is faithful; He will not let you be tempted beyond what you can bear. But when you are tempted, He will also provide a way out so that you can endure it" (I Corinthians 10:13)

Why God? Because God is never sin.
The blind cannot lead the blind, isn’t it?

"But you know that He appeared so that He might take away our sins. And in Him is no sin.” (1 John 3:5)

Well, the problem now is, whether we will able or not to abstain from sin ..., because it is clearly written that we can. But ... do we really want?


God Bless

Aug 20, 2012

The caretaker

English Version

Satu pertanyaan unik diberikan ketika Pdt. Stefanus Theophilus berkotbah di gereja saya.

Menurut kalian, dunia ini diciptakan, untuk dinikmati keindahannya oleh siapa ? Apakah dunia ini diciptakanNya agar kita manusia bisa menikmati keindahannya ?

Mari kita coba pikirkan melalui beberapa ilustrasi berikut:

Seringkali kita melihat video/foto tentang keindahan alam bawah laut. Berbagai macam terumbu karang, maupun beraneka jenis ikan dengan bentuk dan warna yang indah. Satu hal yang cukup menarik untuk dipikirkan, jika pengambil gambar/video tersebut tidak pernah menyelam untuk melakukan tugas mereka, maka kita manusia tidak akan pernah tahu akan keberadaan benda-benda tersebut.

Jika kita tidak pernah mengetahui, bagaimana kita bisa menikmatinya bukan ??

Ilustrasi lainnya, mengenai tata galaksi yang ada di alam semesta ini. Berapa orang sih yang mengerti bahwa dunia ini hanya seperti butiran pasir, atau bahkan jauh lebih kecil daripada ukuran sebutir pasir bila dibandingkan dengan luas tata galaksi yang ada ?

Bolehlah saya memberanikan diri bahwa tidak sampai sepuluh persen dari jumlah manusia di bumi ini yang mampu mengerti kompleksitas akan susunan tata galaksi. Setuju ?

Nah, kalau tidak sampai sepuluh persen, apakah Tuhan itu tidak adil karena hanya mengungkapkan keindahan alam semesta ini hanya kepada sepuluh persen tersebut ?

Satu kesimpulan yang sampai saat ini saya yakini, yaitu bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan, untuk dinikmati oleh diriNya sendiri. Hah ? Kok terkesan bahwa Allah itu egois ya ?

Juli 2012, sepasang sahabat saya baru saja melahirkan anak pertama mereka. Saya yakin kegembiraan saya tidak dapat dibandingkan dengan kegembiraan mereka. Terbukti bahwa hampir tiap hari mereka mengambil foto anak mereka dari berbagai pose. Tidak hanya disitu, mereka pun serasa tidak dapat terlalu lama untuk tidak menyentuh anak mereka. Well, sangat kelihatan bahwa mereka sangat menikmati "keindahan" akan anak mereka yang mereka "ciptakan" Lalu...apakah saya berhak untuk mengatakan bahwa mereka egois ? Hehehe....sudah mulai tersambung ya ?

Mari kita lihat dari segi Alkitabiah.
Alkitab menulis berulang kali dalam Kejadian pasal 1 bahwa "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" Mulai dari ayat 10, 12, 18, 21, 25, hingga ditutup dengan "Maka Allah melihat segala yang diciptakan-Nya itu, sungguh amat baik" (ayat 31). Semua penilaian baik itu berdasarkan penilaian Allah.

Kalau kita sependapat dengan pemikiran diatas, mari kita mulai merubah hidup kita. Kita bagaikan seorang guru disekolah, yang diberi wewenang oleh para orang tua untuk mendapat hormat dan respek dari anak-anak mereka. Bukan untuk memperlakukan anak-anak tersebut dengan semau kita.
Kita hanya diberi wewenang untuk menaklukkan bumi (Kejadian 1: 28)

Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

One unique question is given when the Rev. Stefanus Theophilus  preached at my church.

“In your opinion, for who the world was created to be enjoyed ?”  Is this world created for human beings so that we can enjoy the beauty ?

Let’s thinking through some of the following illustration:

We often see the beautiful videos or photos of the underwater. Such as various kinds of coral reefs, various species of fish with beautiful shapes and colors, and many more. One thing that quite interesting to think about is, if the video makers or photographers are never dive to perform their duties, then we will never know of the existence of such objects.

If we never find out, how can we enjoy it ?

Other illustration to help us understand more, it’s about the galaxies in the universe. How many people understand that the world is just like a grain of sand, or even much smaller than the size of a sand grain compared to the extensive system of galaxies out there ?

Then I venture that is barely ten percent of people on earth who can understand the complex layout of the galaxy. Agree ?

Well, if it’s barely ten percent, then God is unfair because He only reveals the beauty of the universe to those ten percent ?

One conclusion that I still believe till now is that the world was created by God to be enjoyed by Himself. It looks like God is so selfish, huh ?

July 2012, a friend of mine just gave birth to their first child. I believe my joy cannot be compared to theirs. They take plenty of photos of their child from a variety of poses, prove that their joy is so abundant and they are enjoying it. Not stop until that, they seem cannot apart for too long from their children. Well, it seems that they really enjoy the "beauty" of their child that they "created". So ... am I right to say that they are selfish ? Hehehe .... have you seen the connection now ?

Let’s see from the biblical terms.

Genesis chapter 1 repeats the sentence, "And God saw that it was good" so many times. Starting from verse 10, 12, 18, 21, 25, and close by the words, "God saw all that he had made, and it was very good." (verse 31) All the “good judgment” is based on God’s point of view or valuation.

If we agree with the above ideas, let us begin to change our lives. We are like a school teacher, who is authorized by the parents to get respected from their children. And this given authorization is not for us to treat their children as we wish. Because like the bible said, we are only given the authority to subdue the earth (Genesis 1:28)

God bless you

To hear only is not enough

English Version

X dan Y akan menuju ke sebuah kota yang terletak di belakang sebuah bukit. Di tengah perjalanan, mereka memilih rute yang berbeda untuk melewati bukit tersebut. X memilih memutar lewat kanan, sedangkan Y memutar lewat sebelah kiri.

Ketika memutar bukit tersebut, sebuah badai topan menghantam daerah tersebut. Mobil keduanya pun terbalik, dan mereka berdua sama-sama terluka parah. X segera mengeluarkan HPnya, untuk meminta pertolongan ambulan terdekat. Segera sebuah mobil ambulan datang dan membawa X ke rumah sakit terdekat sehingga ia dapat terselamatkan. Sial bagi Y, karena ternyata HP nya tertinggal di rumah. Dapat ditebak, Y akhirnya mati karena tidak ada pertolongan.

Sebuah ilustrasi singkat untuk menggambarkan bagaimana keselamatan itu diberikan pada kita.
  • Badai topan merupakan jeratan dosa di dunia ini
  • Mobil ambulan merupakan Yesus Kristus, sebagai jalan satu-satunya yang dapat membawa kita kepada keselamatan
  • HP merupakan berita keselamatan
Kenapa X akhirnya dapat tertolong ?
  • Karena ia mau menggunakan HP nya untuk menelpon mobil ambulan yang kemudian membawanya ke rumah sakit
  • Karena ia mau menerima berita keselamatan yang pernah ia dengar, dan mau memakainya untuk menerima Yesus

Kenapa Y tidak dapat tertolong ?
  • Karena ia tidak mau menggunakan HP nya untuk menelpon mobil ambulan
***Eeh sebentar...di ilustrasi tersebut kan tertulis HP nya tertinggal ?

Betul...dari sini saya hanya ingin menggambarkan: Walaupun Y membawa HP nya, namun ia tidak mau menggunakan, dapat saya samakan dengan Y tidak membawa bukan ?
Sama seperti orang yang tidak pernah mendengarkan berita keselamatan (tidak membawa HP), ataupun tidak mau menerima (tidak mau menggunakan HP)...pada akhirnya sama saja ia tidak akan pernah menerima keselamatan tersebut.

Lalu, dapatkah kita mengatakan bahwa "Y tidak dapat tertolong karena tidak ada mobil ambulan ?"
Bukan salah mobil ambulannya bukan ? =)

Biarlah ilustrasi ini sedikit banyak dapat mengingatkan kita untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan pelayanan misi/pengabaran Injil. Jangan sampai kita beranggapan bahwa tugas kita selesai bila orang tersebut sudah kita beritahu tentang berita keselamatan, namun kita harus melakukannya hingga orang tersebut menerima berita keselamatan itu untuk memanggil Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya.


Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

X and Y are heading to a town which is located behind the hill. Along the way, they chose a different route to get through the hill. X chooses the right pass, while Y chooses to take a turn through the left side.

When turning the hill, a typhoon hit the area. Both cars are overturned, and they both are seriously injured. X immediately uses his cell phone to call ambulance for help. Soon an ambulance comes and takes X to the nearest hospital so that he can be saved. Unfortunately for Y, he left his phone at home. As we can predict, Y eventually die because there is no help.

A brief illustration is to describe how safety was given to us.
  • Typhoon is the bondage of sin in this world
  • The ambulance is Jesus Christ, who is the only one that can bring us to salvation
  • Hand phone is a message of salvation
Why X can eventually be helped ?
  • Because he wants to use his phone to call an ambulance which then takes him to the hospital
  • Because he is willing to accept the message of salvation that he ever heard, and want to use them to accept Jesus
Why Y cannot be helped ?
  • Because he does not want to use his phone to call ambulance
***Eeh wait a minute ... It’s written in the illustration that he left his phone behind, isn’t it ?

Yes ... from here I just wanted to illustrate, although Y brings his phone, but he doesn’t want to use it, and I simply say he doesn’t carry it, because it’s pretty the same, isn’t it ?
Just like people who are never listen (do not carry the phone), or do not want to accept (do not want to use the phone) the good news of salvation. In the end, neither them will get the salvation.

Then, can we say that Y cannot be helped because there is no ambulance?
It’s not the fault of the ambulance, isn’t it  ? =)

Let the illustration little much or less reminds us to be more serious in doing the service mission or evangelism. Let’s not assume that our tasks are end when we tell people about the good news of salvation, because we have to do it until people whom we tell the good news are accept and call Jesus as savior in their hearts.


God bless you

Jul 30, 2012

There's still miracles

English Version

Senin hingga Kamis, 23-26 Juli 2012, saya pergi ke Singapura untuk melakukan pemeriksaan check-up terhadap sistem pernafasan saya. Sekedar informasi, saya memiliki latar belakang sinusitis yang sudah saya derita sejak saya berusia belasan tahun, yang disebabkan oleh alergi.

Apa alerginya ? Banyak sekali. Mulai dari kedelai, bawang putih, gandum, teh, kopi, soda, hingga debu, kecoak, asap rokok. Untuk lebih detilnya saya sendiri pun sudah sampai lupa mengingat banyaknya daftar alerginya. Efeknya, bila saya memakan/terkena benda-benda tersebut, daging di saluran pernafasan saya akan membengkak, dan saya mengalami sedikit gangguan dengan pernafasan saya selama beberapa waktu (seperti pembengkakan normal pada kasus-kasus alergi lainnya). Disamping itu, seperti yang kita ketahui bila ada benda asing yang masuk kedalam rongga hidung, akan membuat hidung kita berlendir. Rasanya seperti pilek seumur hidup =p

Saya pernah mencoba menghindari semua benda tersebut selama 2 tahun, akan tetapi alergi saya kembali setelahnya. Well, akhirnya saya cuek saja. Toh pilek dan hidung buntu selama beberapa waktu tidak akan membuat saya mati. Selain itu, kalaupun saya sembuh dari semua itu, yang ada malah sakit kekurangan gizi...hahaha (***serius, itu alasan saya untuk cuek***)

Waktu itu, saya dibawa oleh papa saya ke Singapura untuk diperiksa. Ternyata saya sudah memiliki sinusitis di daerah rongga pipi, dan juga belakang tulang hidung. Dokter melakukan pembersihan untuk bagian rongga pipi. Sekedar membuat anda merasakan ngeri, caranya cukup "keren". Hidung saya dibius lokal, lalu kedua selaput pembatas hidung dibuka dengan paksa untuk dimasukkan selang kedalamnya. Dokter kemudian mengalirkan air melalui salah satu ujung selang yang akhirnya keluar melalui ujung yang lain. Hahaha...ok ok. Berhenti sampai disana.

Naaahh...masalahnya bagaimana untuk yang di belakang tulang hidung ? Menurut dokter waktu itu (semoga saya dan papa saya tidak salah dengar), terlalu dekat dengan otak. Hanya bisa dibersihkan melalui operasi, namun cukup riskan karena bila otak saya terguncang/terkena...well, blog ini tidak akan pernah ada...Hahaha...So, kami memutuskan untuk membiarkan saja sinus yang ada di daerah tersebut.

***Saya tahu tentang alergi tersebut ketika saya pergi ke Singapura dengan papa saya***

Dalam 3-5 bulan terakhir ini, saya mengalami hidung buntu yang terus-menerus. Hal ini cukup membuat saya kuatir dengan kondisi sinus saya. Akhirnya orang tua saya memutuskan untuk memeriksakan saya kembali ke Singapura. Sewaktu diperiksa disana, satu kata yang bisa saya katakan:

MUJIZAT ITU MASIH ADA !!!

Melihat hasil x-ray dan ct-scan, sinus saya yang ada di rongga belakang tulang hidung BERSIH !!!

Come on !!! setelah pemeriksaan terakhir ketika saya berusia belasan, saya masih mengalami pilek karena alergi tersebut. Tidak sedikit yang menyebut saya "pabrik tissue".

So...kondisi terakhir dengan cairan yang masih memenuhi rongga tersebut, ditambah dengan pilek selama belasan tahun, kalaupun sinus tersebut tidak bertambah parah, paling tidak rongga tersebut seharusnya masih berisi lendir bukan ?

Percaya atau tidak percaya, itu terserah anda.
Saya menulis blog ini bukan dengan fantasi yang berlebihan, melainkan dengan pengalaman dan kondisi pribadi saya sendiri.
Saya yang merasakan pemeriksaan ketika berusia belasan tahun...
Saya yang menjalani belasan tahun dengan kondisi pilek...
Saya sendiri juga yang menerima hasil pemeriksaan terakhir ini...
Dokter sendiri pun tidak percaya kalau saya tidak melakukan operasi.
Saya bisa berasumsi ini dan itu...namun saya lebih memilih untuk percaya bahwa semua ini karena Tuhan
Dia ada, Dia peduli, dan yang pasti Dia masih melakukan mujizat untuk saya...dan kenapa tidak untuk anda ?

Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Monday till Thursday (July 23-26, 2012), I went to Singapore to do a check-up for my respiratory system. As information, I’ve been suffering sinusitis that is caused by allergies since I was a teenager.

Allergic to what ? Bunch. Starting from soybeans, garlic, wheat, tea, coffee, soda, dust, cockroaches, cigarette smoke, and still many more. And I cannot remember the complete list because it's too many for me. The effect if I eat or expose to those objects, the flesh in my airways begin swelling, causing me a bit of trouble with breathing for some time (such as normal swelling in other allergic cases). In addition, as we all know when a foreign object enters the nasal cavity, it will make your nose runny. Well ...  it feels like having cold for a lifetime = p

I tried to avoid all those things for 2 years, but my allergies still return thereafter. Well, finally I choose to ignore it. After all, runny nose and clogged nose won't make me die. But if I choose to avoid those things, it’s true that I might be recover from that, but then will come another problem…malnutrition. Hahaha. (*** seriously, it's the reason for my ignorance ***)

Once, my father brought me to Singapore to be examined. It turns out I also had sinusitis in the cheek cavity, and the back bone of the nose. Doctor did the cleaning for the cheek cavity. Just to make you feel the horror, I’ll tell you the "cool" procedure. My nose was given local anesthetic then the nasal membrane barrier is opened by force, in order to put the hose into it. Then doctor drains the water through one end of the hose that eventually way out through the other end.

Hahaha ... ok ok. Stop there.

Then ... the problem was happening to the bone behind the nose. According to doctor at that time (hopefully me and my dad heard them right), that sinus is too close to the brain, and it only can be cleared through the surgery, but it is quite risky because if my brain is shaken or touched...well, this blog would not exist ... Hahaha ...So, we decided to leave it there in the sinus area.

*** I know about these allergies when I went to Singapore with my father ***

Well, in the last 3-5 months, I have a constantly clogged nose. It is enough to make me worry about my sinus condition. My parents finally decided to make me do the check up to Singapore. When examined there, one word I can say:

MIRACLE IS STILL THERE !!!

After seeing the results of x-ray and ct-scan, my sinus behind the nasal cavity is CLEAN !!!

Come on !!! After the last examination when I was a teenager, I still have the runny nose due to allergies. Not a few who called me a "tissue factory".

So ... the last condition with the fluid still fills the cavity, coupled with a cold for a dozen years, even if the sinus is not worse, at least in the cavity should still contains mucus.

Believe it or not, it's up to you.
I am writing this blog without excessive fantasy, but with my personal experience and condition.
I am the one who underwent a scan when I was a teenager.
I’m undergoing a dozen years with a cold condition.
I also received the results of the latest check up.
The doctor himself did not believe that I did not undergoing the surgery.
I can assume this and that ... but I prefer to believe that everything happens because of God
He exists, He cares, and certainly he is still doing miracle for me ... and why not for you ?

God bless you

Jul 28, 2012

It ain't Euro 2012 talks

English Version

Peringatan: Blog ini akan berisi wacana sepakbola seputar Euro 2012


Kompetisi Euro 2012 telah berakhir pada 1 Juli lalu dengan menyisakan banyak kejutan bagi banyak orang. Dimulai dari tragisnya tim Belanda. Tim yang terdiri dari dua top scorer, pemain bintang di barisan tengah, dan juga deretan pemain terkenal lainnya itu seharusnya mampu berbicara lebih banyak, bahkan tak sedikit yang mencalonkan mereka menjadi juara.

Namun apa yang terjadi ? Tanpa diketahui alasan yang sebenarnya, tim Belanda justru harus menjadi tim yang paling pecundang (pendapat saya pribadi), karena dengan status pemain yang seperti itu, namun tak mampu meraih satu poin pun (yang berarti jangankan menang, meraih hasil seri pun mereka tak mampu)

Seperti yang bisa kita lihat, sebelum Euro 2012 dimulai, perkiraan-perkiraan tentang tim ini dan itu telah dibuat oleh beberapa pengamat yang tentu saja semuanya berdasarkan fakta (ditambah sedikit harapan). Fakta yang diambil paling tidak dari setahun terakhir ternyata tak dapat berulang begitu saja pada Euro 2012 ini.

Dua top scorer (Robin Van Persie - Arsenal - 30 gol dari 38 penampilan) dan (Klaas Jan Huntelaar - Schalke 04 - 29 gol dari 32 penampilan) ternyata hanya mampu menyumbangkan satu gol semasa Euro 2012 (Robin Van Persie - ketika melawan Jerman). Melihat perjalanan mereka setahun terakhir di liga domestik mereka masing-masing, tidak salah bila banyak orang memperkirakan mereka mampu menyumbangkan gol demi gol.

Itulah perkiraan/ramalan manusia yang dibuat berdasarkan fakta. Bahkan fakta sendiri pun tidak dapat mengulangi dirinya.

Berbeda dengan ramalan (atau disebut dengan nubuat) yang dilakukan oleh para nabi/rasul, yang didasarkan oleh Firman Tuhan. Ramalan yang dibuat oleh Yusuf ketika berada di Mesir, pengartian mimpi oleh Daniel, hingga nubuat kelahiran seorang Juru Selamat oleh nabi Yesaya. Semua itu dibuat berdasarkan perkataan dari Allah sendiri, dan seperti yang kita lihat bahwa semuanya terjadi.

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu" (Lukas 21:33)

"Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah" (2 Korintus 1:20)

Saat ini, kita masih menjanjikan satu nubuat/janji Allah, akan keselamatan yang akan dikaruniakan kepada kita ketika Dia akan kembali untuk kedua kalinya.

"Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada" (Yohanes 14:3)


Karena itu, marilah kita percaya kepadaNya, dan berpegang pada janji2Nya. Firman Tuhan bukanlah ramalan Euro 2012 yang didasarkan oleh fakta yang belum tentu dapat berulang kembali. Semuanya adalah "ya" dan "Amin"


Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Warning: This blog will talk mostly about Euro 2012

Euro 2012 which ended on July 1 is leaving a lot of surprises for many people. It started from the tragic of Dutch team. The team has two top scorers which are the star in the middle row, and other famous players who were supposedly able to talk more, even not a little who nominate them to be a champion.

But what happened ? Unbeknownst the real reason, the Dutch team had to be the loser team (in my personal opinion). The players were good enough, but unable to get any point (which means it’s hard to get a draw or even winning the match)

As we can see, before Euro 2012 started, the prediction of this and that team has been made by some observers whose, of course, prediction is based on the facts (plus a bit of expectation). Even though mostly of the fact was taken at least by last year. It turns out cannot simply be repeated in Euro 2012.

Two top scorer (Robin Van Persie - Arsenal - 30 goals from 38 appearances) and (Klaas Jan Huntelaar - Schalke 04 - 29 goals from 32 appearances) were only able to give one goal during the Euro 2012 (Robin Van Persie - against Germany). If we saw their performance last year at their local league, it’s not surprising if there were so many people would expect them to give so many goals.

Those are the prediction, based on the fact, that human made. Even the fact can't make itself to be repeated.

That is very different from the predictions (or prophecy) that performed by the prophets / apostles, which was based on the Word of God. Prophecies made by Joseph while in Egypt, dream explanation by Daniel, to the prophecy of the birth of a Savior by the prophet Isaiah. All of them were made based on the words of God himself, and as we can see everything’s happened.

"Heaven and earth will pass away, but my words will never pass away" (Luke 21:33)

"For no matter how many promises God has made, they are “Yes” in Christ. And so through him the “Amen” is spoken by us to the glory of God." (2 Corinthians 1:20)

Currently, we are still promised by God for the salvation which will be given to us when He returns for a second time.

"And if I go and prepare a place for you, I will come back and take you to be with me that you also may be where I am." (John 14:3)

Therefore, let us believe in Him, and hold on His promises. The Word of God is not the Euro 2012’s predictions that is based on the facts, which unsure to be repeated. Everything is "yes" and "Amen"


God bless you

Jul 16, 2012

The beginning and the end

English Version

Ketika perusahaan raksasa fotografi Kodak menyatakan dirinya bangkrut pada awal tahun ini, banyak orang serasa tak percaya termasuk saya. Memang akhir-akhir ini nama Kodak sudah menjadi asing, namun karena saya ada ketika masa kejayaan Kodak, serasa tak percaya bahwa merk tersebut sudah menjadi bagian dari sejarah.

Itulah dunia ini. Padahal dulu di Indonesia orang bahkan memakai istilah kodak untuk sebutan film negatif kamera ("Pak, beli kodaknya ASA 100 isi 24".....jadi teringat jaman dulu deh)

Contoh yang lain adalah Pemutar musik MP3. Saya masih ingat benar, tahun 2004, saya dan seorang teman saling mempertahankan pendapat akan pilihan mp3 player kami. Saya waktu itu membeli Creative dan teman saya membeli iPod generasi pertama. Well, saya lebih pede karena waktu itu jelas Creative serasa favorit buat dunia audio. Namun apa yang terjadi pada saat ini ? Saya tidak perlu menjelaskan tapi saya yakin kita bisa melihat perbedaannya bukan ?

Benarkah tidak ada yg abadi di dunia ini ? Orang bilang hidup ini bagaikan roda yg berputar. Kadang diatas, kadang dibawah (kalau boleh saya tambahkan, kadang terlepas juga...hahahaha).

Untunglah Tuhan kita (alias KeKristenan) tidaklah seperti itu:
* Kuasa Tuhan tidak terbatas oleh waktu. Mujizat yang dilakukan sejak jaman Perjanjian Lama akan tetaplah menjadi mujizat yg tidak dapat dimanipulasi.
* Janji Tuhan tetaplah sama. Keselamatan yang dijanjikan sejak jaman Perjanjiian Baru tetaplah berlaku hingga saat ini
* Alkitab tidak perlu direvisi walaupun telah melewati berbagai jaman. Semuanya tetap sama
* keKristenan tetap hidup hingga saat ini walaupun mengalami banyak tantangan, termasuk penolakan besar2an oleh Kaisar Nero

"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir" (Wahyu 22:13)

Yesus sendiri mengatakan bahwa dialah Alfa dan Omega, awal dan akhir dari segalanya. Karena itu kawan, percayalah padaNya. Dia tak habis oleh waktu. Dia tak kadaluwarsa oleh jaman. Dia tetaplah Dia untuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

When the giant photography company Kodak declared their bankruptcy in the beginning of this year, many people, including myself, could not believe it. Recently, Kodak has become unfamiliar. Since I was there when Kodak is in its prime time, I could not believe that the brand is already a part of history.

Well, this is world.  I remember there was time when Indonesians even use Kodak as the general term to mention the negative film ("Can I have Kodak ASA 100 24 fills?" .....*writing about this make me reminisce the olden days)

Another example is the MP3 music player. It’s still fresh in my mind, when my friend and I were argued about our preference mp3 player, it was around 2004. At that time I bought Creative and my friend chose to buy the first generation of iPod. Well, I was more confident at that time, because Creative was so well-known among the audio world. But what happens now? I don’t need to explain but I'm pretty sure we are know the rest of the story, right?

Is it true that nothing in this world is eternal? People say life is like a wheel. Sometimes we’re in the top, sometimes we’re in the downside (if I may add, sometimes we’re also falling apart from the wheel ... hahahaha).

Fortunately, our Lord (aka Christianity) is not like that:
* The power of God is not limited by time. Miracles that was done since the Old Testament days will still be a miracle which cannot be manipulated.
* The promise of God is still. The salvation promise since the days of New Testament is remains valid until today
* The Bible doesn’t need to be revised, although hundreds years are already past. Everything remains the same.
* Christianity is still exists until this day despite there’re so many challenges, including the big refusal by King Nero.

"I am the Alpha and the Omega, the First and the Last, the Beginning and the End" (Revelation 22:13)

Jesus himself, says that He is the Beginning and the End. That’s why friend, believe on Him. He doesn’t run out of time. He doesn’t expire by the time. He stays like this forever.

God bless

Jul 9, 2012

Best friend in need, best friend indeed

English Version

Saat ini, demam spiderman kembali muncul. Dirilisnya film baru "The Amazing Spiderman" membuat semua pernak-pernik maupun ini-itu tentang spiderman kembali muncul. Tak terkecuali pemutaran kembali sekuel2 filmnya. Akhir2 ini aku melihat film Spiderman 3 yang diputar di salah satu statiun tv lokal.

Satu hal yang menarik untuk saya tulis, adalah bagaimana Harry Osborn, anak dari Green Goblin (Norman Osborn), yang merupakan sahabat dari Peter Parker (Spiderman). Saya tidak akan menulis alur ceritanya secara lengkap disini biar kalian melihat filmnya sendiri :)

Bagian yang saya ingin ulas adalah, bagaimana Harry tetap membantu Spiderman untuk melawan Sand Man dan Venom, walaupun ia masih berpikir bahwa Spiderman lah yang membunuh ayahnya, dan Spiderman telah menghancurkan mukanya.

Saya mencoba menempatkan diri dalam diri Harry, dan percaya bahwa sedikit banyak rasa sakit dan kehilangan kepercayaan kepada sahabatnya sendiri ada dalam dirinya, walaupun ia telah diberitahu bahwa Spiderman bukanlah pembunuh ayahnya.

Namun, saya harus salut kepada Harry (walaupun cuma skenario film), bahwa ia mau dan rela memaafkan Spiderman atas dasar persahabatan.

Bagaimana di kehidupan nyata ini ? Masih adakah cerita dongeng tentang kesempurnaan sebuah persahabatan ? Saya bisa menjawabnya. Ada.

"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran " (Amsal 17:17)

Dituliskan bahwa seorang sahabat menaruh kasih dan menjadi saudara dalam kesukaran. Yesus telah menunjukkan bahwa diriNya adalah seorang sahabat yang sejati. Ia selalu menunjukkan kasihnya pada umat kita (Yohanes 3:16), dan Dia selalu ada bagi kita dalam masa-masa kesukaran kita (Matius 11:28). Ya, Ia selalu ada bagi kita dan menunggu kita untuk datang kepadaNya, walaupun kita sering menyakitiNya dengan segala dosa-dosa kita.

Karena itu kawan, mulailah membangun tali persahabatan kita dengan Yesus, dan percayalah bahwa "cerita dongeng" tentang persahabatan itu nyata dan masih ada.

Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Finally, the most recent Spiderman movie, “The Amazing Spider-Man”, is released. Making all fuss about Spiderman’s knick-knacks and the so-called “Spiderman Fever” become trends once again. Without exception, the local TV channel also flows with the trends with showing previous Spiderman movies. Recently, I watched Spiderman 3 that was played by one of the local TV station.

There is one thing that turns very interesting for me to write. It is all about Harry Osborn, who is a friend of Peter Parker the Spiderman, and also the son of Green Goblin (Norman Osborn).There won’t be spoil alert in this blog, I’ll let you watch the movie by yourself to find out the storyline. J

The part that I want to write is on how Harry keeps helping Spiderman to fight the Sand Man and Venom, although he still thinks that Spiderman is the one who killed his father, and destroyed his face.

I tried to put myself in Harry’s shoes, and believe that little does he has the pain and loss the trust towards his best friend in his heart, although he had been told that Spiderman is not the murderer of his father.

However, I must applaud Harry (although perhaps it’s only the screenplay), that he would be willing to forgive the Spiderman by the name of friendship.

How about in the real life? Is there still fairy tale perfection of friendship? I can answer it. Yes, there is.


"A friend loves at all times, and a brother is born for a time of adversity" (Proverbs 17:17)

It tells us that a friend loves at all times, and a brother is born for a time of adversity.
Jesus has shown that He is a true friend. He always shows the love for His people (John 3:16) and He is always there for us in every hardships (Matthew 11:28) Yupes, He is always there and waiting for us to come to Him, even though we always hurt Him with our sins.

That’s why folks, let’s start building our friendship with Jesus, and believe the "fairy tale" about friendship is still real and exist.

God bless you

Jul 5, 2012

Ads service

English Version

Dalam kehidupan sehari-hari, saya berani menjamin bahwa kita sering merekomendasikan seseorang/suatu barang bila orang lain membutuhkan. Bukan hanya merekomendasikan, tetapi tidak jarang kita "memaksa" orang tersebut untuk setuju dengan kita.

Semisal dalam merekomendasikan seorang dokter. Walaupun mungkin biayanya lebih mahal, kita tetap akan memaksakan dengan alasan-alasan yang lain.
- "Tapi orangnya ramah"
- "Ruang prakteknya bersih"
- dan lain sebagainya

Well, intinya kita seakan-akan dengan sukarela menjadi agen marketing dari orang/benda tersebut.
Padahal, kalau mau dipikir lebih lanjut, apa sih yang kita dapatkan bila orang tersebut sependapat dengan kita ?

Hehehe...ok ok. Saya tidak ingin mencela hal tersebut dalam blog ini. Sah-sah saja bila kita memberikan suatu rekomendasi kepada orang lain. Saya percaya alasan paling dasar kita adalah karena kita ingin memberikan pendapat/solusi terbaik yang kita ketahui kepada orang tersebut. Hal yang kita rekomendasikan tentu saja hal yang kita ketahui/percayai.

Sekarang....dari sekian banyak rekomendasi/pendapat/solusi yang pernah kita berikan, pernahkah kita "memaksakan" agar orang lain menerima keselamatan dari Kristus yang sudah kita terima ?
Pernahkah kita memberitahukan kepada orang lain betapa berharganya Kristus itu bagi kita ?
Sungguh ironis, kita yang mengaku sebagai umat Kristen, merasa lebih mudah untuk mempromosikan gadget, obat, dokter, tempat wisata, dll. daripada arti sebenarnya dari kehidupan keKristenan kita.

Melalui blog ini, saya ingin mengajak 2 hal:

1) Kepada kita yang sudah percaya kepadaNya.
Mari kita sama-sama belajar untuk mempromosikan akan keselamatan yang sudah kita terima. Ingatlah bahwa hal tersebut juga menjadi kewajiban kita melalui Amanat Agung yang Dia berikan sebelum kembali ke surga.

Susah ?
Tidak juga. Hal yang paling mudah adalah melalui kehidupan pribadi kita. Ya...menjadi kesaksian hidup.

Sebagai contoh, bila kita ingin mempromosikan sebuah handphone, kita harus benar-benar terlihat nyaman dan puas ketika memakainya bukan ? =) Tidak mungkin bila kita merekomendasikan handphone tersebut bila kita sendiri penuh keluh-kesah terhadapnya.

2) Kepada kita yang belum pernah mendengar/percaya kepadaNya.
Ijinkan saya untuk mengenalkan anda kepada Yesus. Dalam Dia lah kita dapat mempercayakan hidup kita sepenuhnya, termasuk masa depan kita.
Serius...
Siapapun anda, dimanapun...jangan ragu-ragu untuk mencari tahu lebih tentang Dia.
Silahkan mengirim email ke lembu_boy@yahoo.com, dan saya akan dengan senang hati membantu anda =)


Tuhan Yesus memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

In everyday life, I guarantee that we often recommend someone or some stuffs to people who in need.
Not just recommend, but we tend to "force" others to agree with us.

For example, in recommending a physician, although we know that physician will cost more, we still would persuade people to choose that physician for other reasons, such as:
- "But the doctor and nurses there are friendly"
- "Their practice room is so clean"
- And so on.

In short, we tend to be a volunteer marketing agent of one institution or product. In fact, if you want to think further, what we get when the person agrees with us?
Hehehe ... ok ok. I do not want to criticize it in this blog.

I know if we give a recommendation to others, I believe our most basic reason will be because of the wanting to give an opinion or the best solution we know to the person. Because we believe the things that we recommend are the ones that will work the best.

Now .... of the many recommendations or opinions or solutions that we have given, have we ever  "force" others to receive salvation from Christ, that we also have received?
Do we ever tell other people how precious Christ is for us?

Ironically, we, who claim to be Christians, find it easier to promote the gadget, medicine, doctors, tourist attractions, etc. instead of the true meaning of our Christian life.

Through this blog, I invite you to two things:

1) For you who believe in Him.
Let’s learn to promote the salvation that you have received. Remember, it is also our obligation through the Great Commission which He had gave us before returned to heaven.

Difficult ?
Not really. The most convenient way is through our personal lives. Yes ... a living testimony.

For example, if we want to promote a mobile phone, we should really look comfortable and happy when using it. =) It is impossible when we recommend a mobile phone when you have lots complains about it.

2) For you who have never heard or believe in Him,.
Please allow me to introduce you to Jesus. In Him we can entrust our lives fully, including our future (and I’m being serious about it).
Whoever you are, wherever ... please do not hesitate to find out more about Him.
If it’s convenient to you, please send an email to lembu_boy@yahoo.com to find out more about Christianity, and I will be so happy to assist you =)

God bless you

Jul 4, 2012

Hi...do you know me ?

English Version

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga" (Matius 7:21)

Cukup sering kita mendapatkan pertanyaan "Apakah kamu mengenal siapa itu Tuhan ?"
Dan tidak jarang pula kita dapat menjawab pertanyaan itu. Secara umum dapat dijawab dengan "Allah yang menebus dosa manusia dan menjadi juruselamat kita"

Mari kita kembali ke baris pertama dari blog ini.
Kita putar pertanyaannya dengan "Apakah Tuhan mengenal kamu ?"
Oopsss....ayo cepat sebutkan semua yang sudah kita lakukan

Sudah taruh ayat-ayat supaya orang lain membaca ?....yupes
Sudah rutin ke gereja dan pelayanan ?....yupes
Sudah doa setiap hari ?....yupes

Apakah itu cukup ?

Melihat ayat diatas, tertulis dengan jelas, bahwa bukan orang yang selalu berseru "Tuhan, Tuhan!" yang akan "dikenal" oleh Tuhan. Dengan bahasa sehari-hari, semua atribut keKristenan itu bukanlah yang dimau olehNya. Tetapi dari perilaku mereka yang melakukan kehendakNya.
Hhmm...perilaku ? Agak terkesan bisa dibuat-buat ya ?
Engga juga sih. Perilaku yang dimaksudkan disini, adalah perilaku yang menjadi refleksi dari dalam hati kita. Bila kita "menaruh" Kristus di dalam hati kita, maka kita akan secara otomatis melakukan apa yang menjadi kehendakNya. Dan disitulah kunci dari kemauan kita untuk dikenal oleh Tuhan kita.

Tuhan memberkati

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

"Not everyone who says to me, ‘Lord, Lord,’ will enter the kingdom of heaven, but only the one who does the will of my Father who is in heaven" (Matthews 17:21)

Quite often we get the question "Do you know who is God?"
And often, we’re able to answer that question which in general can be answered with "God is the one who redeem our sins and be our savior"

Let's go back to the first line of this blog.
What if the question turns into, "Is God recognizes you?"
Oops… let’s hurry mention all the good deeds we have done.

Have you been put bible verses in anywhere so that others can read it?
 Are you going to church routinely?
Are you praying regularly?

Is that enough?

But if we look at that verse clearly, then we can understand that is not the person who always cry, "Lord, Lord!" to be "known" by God. In simple manners, all those manners and actions are not things that can lead us into the kingdom of heaven. But from the behavior of people who do His will.
Hmm . . . behavior? Seems those also can be fabricated, right?
Not really. Behavior in this context is a behavior that reflects our hearts.
When we "put" Christ in our hearts, we will do all His will automatically. And this is the key of our desire to be recognized by our Lord.

God bless